tagline toko besi baja
X

or Forgot password?

ARTICLE

Rabu, 28 Jan 2015

Pebisnis Hulu Baja Minta Safeguard Impor H Beam Disegerakan

 JAKARTA— Pengusaha di sektor perantara hulu besi dan baja juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyegerakan pemberlauan tindakan perlindungan usaha (safeguard) untuk baja H Beam.
 
Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto mengatakan usulan safeguard berupa bea masuk diajukan sejak tahun lalu. "Sampai sekarang terganjal di Badan Kebijakan Fiskal . Sekarang impor H Beam lebih banyak," 
 
Tarif bea masuk baja H Beam yang berlaku dinilai relatif kecil sehingga perlu dinaikkan. Hal ini bertujuan agar industri domestik lebih terlindungi mengingat pangsa pasarnya semakin tergerus impor.
 
Bea masuk H Beam sekarang di level 10% lantas diusulkan naik menjadi 15%. Tindakan safeguard ini utamanya ditujukan untuk produk China. "Selebihnya BKF yang akan atur, yang pasti Thailand dan Singapura tidak termasuk," tutur Djamaluddin, Komisaris Utama PT Gunung Garuda.
 
Kebutuhan baja H Beam nasional sekitar 400.000 ton per tahun. Banjir produk impor mencapai 350.000 ton, produsen lokal cuma kebagian 50.000 ton setara 12,5%. Kapasitas produksi H Beam dari Gunung Garuda melalui pabrik di Cikarang sekitar 1 juta ton per tahun.
 
Negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) dapat memanfaatkan instrumen safeguard untuk mengamankan industri domestik. Membludaknya produk impor menimbulkan persaingan yang tak sehat dengan pengusaha nasional.
 
http://industri.bisnis.com/read/20150122/257/393761/pebisnis-hulu-baja-minta-safeguard-impor-h-beam-disegerakan