tagline toko besi baja
X

or Forgot password?

ARTICLE

Senin, 07 Apr 2014

Billboard : Sekilas Sejarahnya

Sejatinya billboard adalah media yang di gunakan untuk menyampaikan pesan bagi warga kota yang tidak bisa membaca. Adalah pemerintah kota Thebes di Mesir yang pertama kali menggunakan media ini 3000 tahun yang lalu. Kala itu isi pesannya adalah pemberian hadiah bagi warga yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan para budak yang melarikan diri.

Di abad ke 18 saat teknologi percetakan mulai berkembang di daratan Eropa, billboard mengalami perubahan dari yang hanya menjadi media penyampai informasi menjadi juga sebuah karya seni. Di Amerika, billboard mulai populer sebagai media iklan luar ruangan di tahun 1900-an. Saat itu billboard banyak di gunakan untuk mengiklankan produk-produk otomotif yang juga mengalami perkembangan.

Kemajuan jaman juga membuat billboard tak hanya di gunakan untuk mengiklankan produk dan jasa. Billboard di gunakan pula sebagai penyampai beragam jenis informasi lainnya baik itu kegiatan / layanan sosial, budaya maupun politik. Negara China misalnya, pernah menggunakan billboard untuk merekrut tentara Red Army nya. Kreatifitas pemasang iklan untuk menarik perhatian juga seringkali mempengaruhi bentuk, variasi penggunaan bahan, lokasi penempatan serta ukuran billboard yang di gunakan.

Pada umumnya billboard terdiri dari 3 komponen utama yaitu :

  • Besi : sebagai konstruksi utama penopang dan rangka nya.
  • Poster : sebagai media utama penyampai informasinya
  • Tata cahaya dan efek

Di Indonesia sendiri ada beragam ukuran poster billboard dari yang besar hingga yang kecil. Diantaranya 4 x 8 M,  5 x 10 M, 6 x 12 M, 8 x 16 M dan 3 x 12 M. Untuk ukuran 4 x 6 M masyarakat Indonesia kerap menyebutnya dengan ‘Baliho’. Sebagai penopang utama digunakan besi pipa dengan diameter 16”. Rangkanya terbuat dari besi siku dengan ukuran 40 x 40 mm atau 30 x 30 mm. Billboard juga berdiri di atas pondasi beton bertulang.