tagline toko besi baja
X

or Forgot password?

ARTICLE

Jumat, 17 Jan 2014

Bak Kontrol Pada Rumah Tinggal

Pada proses konstruksi dan pembangunan sebuah rumah tinggal, dimulai dari proses pengerjaan pondasi dan sloof, tentu saja yang tidak dapat terlupakan, yaitu proses pembuatan sistem plumbing yang presisi dan tepat. Sistem plumbing / penyaluran air bersih dan air kotor ini perlu direncanakan dan dilaksanakan dengan matang, untuk mencegah kebocoran pada saat rumah telah selesai dibangun. Sistem ini terdiri dari sistem air bersih, air kotor buangan kamar mandi dan dapur, serta sistem pembuangan air hujan. Ketiga sistem ini ditempatkan dibawah lantai dasar, dan kemudian menuju ke bagian atas bangunan (jika berlantai dua atau lebih), baik diletakkan di luar maupun di dalam dinding.
 
Kemudian, seiring berjalannya waktu, sangat memungkinkan terjadinya berbagai permasalahan yang muncul pada sistem air / plumbing dalam rumah tinggal, baik yang meliputi sistem air kotor maupun air buangan, antara lain: pembuangan air yang lama atau tersendat, saluran mampet, saluran luber saat hujan turun dengan volume air yang cukup banyak.Tentu menjadi sulit ketika pada saat masalah-masalah tersebut muncul, kita harus mengetahui dimana titik utama yang menjadi tempat penyebab masalah pada saluran pembuangan tersebut muncul, terlebih ketika masalah ini muncul pada rumah yang besar dan memiliki saluran yang cukup kompleks dan tertutup rapat.
 
Kehadiran bak kontrol dirasa dapat menjadikan salah satu sarana bagi saluran pembuangan air dalam rumah tinggal untuk mengetahui apakah sistem pembuangan air pada rumah tinggal masih berfungsi dengan semestinya. Pada umumnya, bak kontrol ini memiliki bentuk seperti sebuah bak berukuran 50x50 sentimeter sedalam kurang lebih 50 hingga 60 sentimeter dari muka lantai, dengan menggunakan struktur bata rolaag maupun beton. Bak ini tersebar pada titik-titik sepanjang jalur pembuangan air kotor dengan jarak antar bak kurang lebih setiap 2,5 hingga 4 meter. Bak kontrol dapat berada di bagian dalam maupun diluar rumah. Pada ruang dalam rumah, biasanya bak kontrol berada pada daerah-daerah servis seperti dekat kamar mandi, dapur kotor maupun teras atau halaman rumah. Posisi ketinggian bak juga mengikuti jalur pembuangan air kotor, yaitu menurun menuju arah pembuangan saluran.
 
Sistem yang digunakan pada bak-bak kontrol ini secara umum adalah dengan menampung air yang dibuang pada saluran pembuangan air kotor sebelum dibuang melalui pipa yang lebih rendah untuk menuju saluran pembuangan lingkungan. Tujuan dari ditampungnya air pada bak-bak ini adalah untuk meratakan distribusi pembuangan air, baik ke saluran pembuangan lingkungan maupun ke dalam tanah, sehingga pada saat yang sama, debit air yang dibuang pada saluran pembuangan dapat terkontrol dan mencegah terjadinya penumpukan air pada suatu area tertentu dalam saluran.
 
Misalnya, pada saat terjadi hujan lebat, seluruh sistem pembuangan air hujan dari atap rumah tentunya membawa sejumlah besar air hujan yang harus dibuang dengan segera. Pada saat volume air yang besar ini turun ke level permukaan bak kontrol, volume air ini akan terpecah dan tertampung pada bak-bak yang ada, dan memberikan beberapa waktu tambahan bagi setiap bak untuk membuang air yang ada menuju saluran pembuangan lingkungan, sehingga mencegah terjadinya luberan air pada saat hujan deras terjadi.
 
Selain berfungsi sebagai penampung dan pemecah volume debit air yang besar, bak-bak kontrol ini juga berperan sebagai titik-titik penyerapan air ke dalam tanah. Dewasa ini, pertumbuhan kota yang pesat menyebabkan banyak rumah-rumah tinggal yang tidak memiliki banyak ruang hijau sebagai sarana penyerapan air ke dalam tanah. Sebagai solusi sederhana, bak-bak kontrol dapat didesain dengan bagian bawah yang langsung menyatu dengan tanah, sehingga air yang tertampung pada bak tersebut dapat sebagian terserap ke dalam tanah sebagai sumber cadangan air pada tanah. Bak-bak kontrol ini juga dapat dihubungkan menuju sumur-sumur resapan yang telah juga dibuat melalui pipa, sebagai sarana utama untuk membantu proses penyerapan utama air ke dalam tanah dibawah bangunan. Sumur resapan biasanya diletakkan di bawah daerah-daerah hijau dalam rumah tinggal, seperti taman, dan sebagainya.
 
Pada saat terjadi hujan lebat, seluruh sistem pembuangan air hujan dari atap rumah tentunya membawa sejumlah besar air hujan yang harus dibuang dengan segera. Pada saat volume air yang besar ini turun ke level permukaan bak kontrol, volume air ini akan terpecah dan tertampung pada bak-bak yang ada.
 
Pada beberapa kasus pada saluran pembuangan air kotor yang telah disebutkan di atas, bak kontrol dapat dijadikan sebagai indikator-indikator pada saluran untuk memeriksa pada bagian mana saluran mengalami permasalahan. Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk memeriksa kelancaran pada saluran pembuangan, salah satunya dengan menyiram salah satu lubang saluran pembuangan air, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan pada bak-bak kontrol pada jalur pembuangan air dari saluran tersebut. Maka akan terlihat, pada daerah mana saluran pembuangan memiliki masalah seperti saluran yang tersendat, pipa yang pecah, dan berbagai kemungkinan masalah lain yang dapat muncul.
 
 
(sumber : membangunbersama.com)