tagline toko besi baja
X

or Forgot password?

ARTICLE

Selasa, 22 Mei 2018

Dorong laba bersih, Steel Pipe Industry of Indonesia giat efisiensi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk optimistis dapat meraih kenaikan laba bersih .Emiten berkode saham ISSP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melakukan upaya untuk menggapai asa. Di antaranya adalah efisiensi operasional dan manajemen stok.

Di kuartal I-2018, ISSP mendapatkan penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp 1,12 miliar. Jumlah ini naik 38,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 809,7 miliar. Sementara  laba bersih ISSP terpantau turun 19,4% menjadi 11,6 miliar.

Johannes Edward, Hubungan Investor Steel Pipe Industry of Indonesia mengakui, di awal tahun ini kondisi laba bersih belum bagus. "Tapi laba akan membaik. Kami akan melakukan efisiensi operasional dan penataan inventory," kata Johannes kepada KONTAN, Jumat (18/5).

Tahun ini, ISSP menargetkan, laba bersih dapat seperti pencapaian tahun 2016 yakni Rp 102,9 miliar. Lebih tinggi dibandingkan laba bersih ISSP tahun 2017 yang tercatat hanya Rp 8,63 miliar. Untuk produksi, ISSP berharap dapat meraih sebanyak 330.000 ton di tahun ini. Jumlah itu sama dengan volume produksi di tahun 2016.  

Melonjaknya harga baja sejak akhir tahun lalu menjadi pil pahit bagi ISSP. Terpaksa, guna meminimalisir kerugian maka perusahan ini harus mengatur ulang harga jual produksi. Bahkan, untuk mengurangi beban biaya produksi, pembelian bahan baku baja ISSP dari lokal bakal ditingkatkan hingga 45% dari porsi biasanya. Sementara sebagian besar masih impor.

Permintaan produk ISSP masih berimbang antara sektor konstruksi, maupun proyek  infrastruktur. Salah satu proyek pengadaan pipa baja yang dibidik ISSP adalah jaringan gas yang dikerjakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Hingga saat ini, penjualan produk pipa baja ISSP masih mengandalkan pasar dalam negeri dengan porsi hingga 85%. Sedangkan sisanya ekspor ke beberapa negara. Tahun ini, ISSP menarrgetkan ekspor bisa bertambah sebanyak 1% sampai 2% pasca memperoleh sertifikasi underwriters laboratory dari Amerika Serikat (AS).

Tahun ini ISSP tidak memiliki rencana ekspansi bisnis yang terlalu besar. Namun, perusahaan ini tetap menyiapkan belanja modal alias capital expenditures (capex) sekitar Rp 20 miliar.

Sumber pendanaan belanja modal tersebut berasal dari kas internal perusahaan ini. Sebagian besar dana tersebut untuk perawatan mesin-mesin. "Tujuan untuk maintance mesin saja," kata Johannes.

 

https://industri.kontan.co.id/news/dorong-laba-bersih-steel-pipe-industry-of-indonesia-giat-efisiensi