tagline toko besi baja
X

or Forgot password?

ARTICLE

Senin, 04 Jan 2016

Baja Lokal Akan Menguasai Jembatan Di Indonesia 2016

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merancang standarisasi desain jembatan yang akan dibangun. Rencananya, konstruksi jembatan akan menggunakan 80% baja lokal. Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam standarisasi desain jembatan.

“Untuk pemanfaatan produk dalam negeri yang ada adalah jembatan. Komponen yang digunakan adalah baja. Selama kita jembatan bisa bikin di sini tetapi memakai produk impor 60% hingga 80% sekarang untuk meningkatkan produksi dalam negeri dengan kualitas yang sama, kita gunakan sebaliknya ,” ujarnya.

Basoeki mengatakan selama ini pemanfaatan komponen baja lokal dalam proyek konstruksi jembatan dalam negeri belum optimal, baru di kisaran 20% hingga 40%. Adapun sisanya masih mengandalkan baja impor. Karena itu, kebijakan baru ini diharapkan mampu mendongkrak produksi baja dalam negeri.

Semua bahan baku jembatan akan dikerjakan secara nasional dengan spesifikasi bahan baku yang ditentukan. Salah satunya adalah kebutuhan baja untuk struktur jembatan. Dimana nantinya para produsen pabrik baja akan menyesuaikan bahan baku dengan standar tersebut. Selanjutnya, pemasangan bahan baku dalam pembangunan jembatan akan berlangsung secara massal sehingga lebih efisien.

Strategi pembangunan jembatan bertujuan menghidupkan ekonomi dalam negeri, terutama industri nasional. Hal ini dikarenakan jembatan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dalam berbagai bidang.

Berdasarkan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 07/SE/M/2015 tentang pedoman persyaratan umum  perencaaan jembatan. Dimana Pedoman ini menetapkan persyaratan umum perencanaan jembatan di Indonesia.

Salah satu yang dibahas dalam surat edaran tersebut ialah pokok-pokok perencanaan (design objectives) dalam struktur jembatan yang berfungsi paling tepat untuk suatu lokasi tertentu adalah yang paling baik memenuhi pokok-pokok perencanaan jembatan yang meliputi:

a) Kekuatan dan stabilitas struktur (structural safety);

b) Keawetan dan kelayakan jangka panjang (durability);

c) Kemudahan pemeriksaan (inspectability);

d) Kemudahan pemeliharaan (maintainability);

e) Kenyamanan bagi pengguna jembatan (rideability);

f) Ekonomis

g) Kemudahan pelaksanaan;

h) Estetika;

i) Dampak lingkungan pada tingkat yang wajar dan cenderung minimal